Saya tau dia,apa yang dirasakannya,apa yang membuatnya seperti ini
Dia yang selalu diam
Dia yang selalu merunduk karena kekesalannya
Dia yang hanya termenung karena penyakitnya
Bukan dia tak bisa bicara,bukan dia bisu,dan tak berdaya. Bukan,bukan semua itu.
Dia yang hanya melihat dan menatap,kira-kira ada tidak yang perduli dengannya?padahal mereka mengetahuinya.
Dan sangat-sangat tau apa yang akan terjadi jika dibiarkan?
Sama sekali tidak ada kepedulian disekitarnya. Sangat miris saya mendengarnya.
Saya bukan tipe orang yang pemarah,pendendam ketika melihat yang seperti itu,hanya saya pantau,saya lirik. kira-kira ada tidak simpati dari mereka. Ternyata tidak juga. Setidak pentingkah dia? Dia muda,masih ingin berkarya,masih ingin melanjutkan study nya,ingin terus menyampaikan dakwah-dakwahnya kepada disekitarnya. Apakah kalian tau yang dia rasakan?apa kalian mengerti apa yang dia masalahkan?apa kalian iba apa yang dia rasakan? bukan hanya fisik yang dia tahan,tapi juga batin yang terus tersiksa. Tapi dia pendiam,sangat diam. Dia juga suka menulis,dan dia menuliskan yang dia rasakan dalam sebuah tulisan. Tulisan yang terkadang indah untuk dibaca,sangat mudah untuk di mengerti. "Saya cuma penulis amatir" katanya begitu,"tulisan saya,tak pernah sampai kemedia,saya belum berani,semuanya hanya saya simpan diblog saya" katanya lagi.
Salut padanya,karena dia kuat menahan sendirian,dia sangat tangguh,sekalipun dalam masa sulitnya setahun yang lalu. Dia selalu menutupi kesedihannya diatas sajadah,diadukannya semua pada Rabb Nya. Mungkin dia agak sedikit jutek,tapi jika kesal lebih baik diam daripada kata-kata yang tidak diinginkan ada. Begitulah sekilas tentang dia. Saya doakan,semoga segala permohonannya pada Allah SWT segera dikabulkan aamiin Allahumma Aamiin...
Komentar
Posting Komentar