Saya tau dia,apa yang dirasakannya,apa yang membuatnya seperti ini Dia yang selalu diam Dia yang selalu merunduk karena kekesalannya Dia yang hanya termenung karena penyakitnya Bukan dia tak bisa bicara,bukan dia bisu,dan tak berdaya. Bukan,bukan semua itu. Dia yang hanya melihat dan menatap,kira-kira ada tidak yang perduli dengannya?padahal mereka mengetahuinya. Dan sangat-sangat tau apa yang akan terjadi jika dibiarkan? Sama sekali tidak ada kepedulian disekitarnya. Sangat miris saya mendengarnya. Saya bukan tipe orang yang pemarah,pendendam ketika melihat yang seperti itu,hanya saya pantau,saya lirik. kira-kira ada tidak simpati dari mereka. Ternyata tidak juga. Setidak pentingkah dia? Dia muda,masih ingin berkarya,masih ingin melanjutkan study nya,ingin terus menyampaikan dakwah-dakwahnya kepada disekitarnya. Apakah kalian tau yang dia rasakan?apa kalian mengerti apa yang dia masalahkan?apa kalian...
Saya yang tak pernah lepas dari rasa khawatir akan diri saya sendiri. Mungkin juga bukan hanya saya tapi juga orang tua yang juga khawatir akan diri ini. Entah itu datang dari lahir atau tidak alhasil saya sebagai penderita skoliosis. Yang jarang sekali masyarakat awam mengetahui ini,dan juga memang jarang sekali ada yang mengalami ini,kalau pun ada hanya 1:100 dari banyaknya masyarakat. 3 tahun berlalu,saya mengetahui kalau saya penderita skoliosis tingkat medium. Dengan 39 derajat yang ada pada saya,di 3 tahun lalu. Berjalan 1 tahun saya full menjalani pengobatan dengan cara terapi di RSU Murni Teguh. Alhamdulillah,berkat usaha dan doa saya pada waktu itu,curve skoliosis saya berkurang menjadi 34,5 derajat. Itulah adalah kebahagiaan yang hakiki pada masanya. Selang beberapa bulan,saya tak pernah lagi mendatangi RSU itu karena mengurus kuliah saya di Yogyakarta. Tapi diluar itu,saya mendengar kabar-kabar dari saudara,kalau ada pengobatan alternatif dengan cara dipijat. Pergila...