Langsung ke konten utama

MOOD YANG NAIK TURUN

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ditulisan aku kali ini,aku mau cerita tentang seorang cewek yang suka nulis tapi dia malu sama tulisannya sendiri karena mungkin takut banyak yang tidak menyukainya dan juga minder sama temen-temen yang bisa nulis tapi lebih pede dari dirinya. Hmm...yaitu aku sendiri. Jujur ya,aku orang kurang pede bener-bener kurang pede,entah kenapa setiap ada orang yang lebih baik aku merasa menjadi orang yang dibawah dia,yaaa okey itu cuma pemikiran aku aja padahal kenyataannya enggak gitu.

Aku suka nulis mulai dari SD,nulis apapun itu,nulis diary harian,pengalaman jalan-jalan,sampai coretan gak jelas di belakang buku tulis. Setiap harinya pasti aku selalu cerita ke diary tentang hari-hariku,asik banget karena aku dulu gak mikirin apapun yang memberatkan(namanya juga anak SD yah,taunya main doang). Dan setiap ke supermarket atau ke toko buku,selalu ngeliat buku diary-diary yang lucu pasti selalu beli buat koleksi catatan harianku. Didalamnya itu banyak banget kisah jaman konyol,mulai dari kisah sedih,kisah hina,dan yang paling sering kisah cinta(cinta monyet hahaha). Tapi ketika itu dibaca sekarang terkesan lucu banget,karena jamannya udah berbeda dan sangat-sangat jauh berbeda. Kalau sekarang ada orang curhat di buku diary,udah jelas jadi bahan bullyan. Walaupun itu hal yang sulit sekali ditemukan dijaman sekarang ini,pasti masih ada orang yang nulis-nulis gak jelas,about anything. Bisa jadi di handphone atau pun di blog mereka(kaya aku gini). Dan mungkin aku adalah salah satu orang diantara banyaknya orang yang menyalurkan bakat menulis. Dari dulu sampai sekarang,kalau semua tulisan aku digabung mungkin bisa jadi buku yang ber episode-episode(hahaha). Karena memang banyak banget tulisan-tulisan yang bersambung tentang perjalanan hidup seorang penulis acakan.

Yang paling bikin males untuk nulis lagi adalah mood yang tidak teratur,kadang pengen banget nulis(contohnya kaya sekaeang),terkadang sampai males banget nulis. Sampai blog/buku bertahun-tahun gak dibuka karena moodnya bener-bener kandas. Ini adalah hal terburuk yang selalu dialami para penulis. Ketika punya ide rasanya pengen nulis terus dan gak mau diganggu,bahkan mau ninggali nya aja gak sampai hati(duh baperan banget sih). Terkadang,ide itu gak muncul setiap saat. Walaupun pada kenyataannya ide itu dimana-mana sekarang tergantung kita mau ambil angel nya dari mana supaya kelihatan menarik.

FLASHBACK DIKIT

Aku yakin sama diri aku kalau aku bisa jadi penulis,karena jawaban dari psikotes aku waktu SMA. Jadi ceritanya gini...
Sebelum lulus-lulusan,kita 1 sekolah yang akan menghadapi UN harus mengikuti Psikotes terlebih dahulu. Karena itu syarat utama mengikuti UN. Singkat cerita,keluarlah hasilnya setelah seminggu kami menunggu. Hasil itu diliat bersama dengan salah satu orang tua masing-masing dari murid yang mengikuti. Gak bisa datang sendirian,karena ini menyangkut masa depan(katanya guru BP disekolah). sebenernya ada benarnya,karena dari situ kita dilihat bakatnya lebih kearah mana,minatnya lebih kepada apa. Dan ketika hasilku diperlihatkan,ada 3 pilihan. Yang pertama adalah Sastra Indonesia,yang kedua adalah Penyiaran,dan yang ketiga adalah Rekam Medis. Coba deh perhatiin pilihan yang pertama,itu cocok banget sama aku,entah kenapa aku malah milih pilihan nomer 2. Gak jauh beda sih,karena di perkuliahan aku yang sekarang banyak nulisnya juga. Kaya nulis berita,nulis naskah,nulis features. Itu juga termasuk menyalurkan bakat menulis tadi.

Seingatku,dari sekian banyak temen-temen sekelas yang ikut Psikotest. Yang hasilnya Sastra hanya 2/3 orang saja. Yang lainnya itu Akuntansi dan Ekonomi. Heran deh mereka kok cinta banget ya sama yang ngitung-ngitung(akibat gak suka sama berbau hitungan). Aku dari kelas IPS jadi wajar-wajar aja kalau gak suka hitung-hitungan. Gak cuma aku doang sih yang gak suka,tapi banyak temenku cowok yang paling males sama hitung-hitungan. Jadi setiap belajar Matematika,Akuntansi pasti banyak yang gak nyatet,malah tidur-tiduran dimeja,mainan handphone. Padahal ya di sekolah aku itu gak boleh pegang handphone selama jam sekolah,handphone-handphone murid semuanya dititipin sama wali kelas. Tapi tetap aja ya ada aja anak-anak yang gak ngumpuli handphonenya,alesannya gak bawa handphone,yang berani kaya gitu kebanyakan cowok,ceweknya mah manut-manut aja.

MASUK KULIAH

Ditahun pertama kuliah,asik banget. MAsih banyak waktu longgar,tugas gak terlalu numpuk,tugas menulis naskah juga belum terlalu banyak. Jadi masih banyakin jalan-jalan daripada ngeliput berita. Lagi-lagi aku(kembali) gak pede sama tulisan aku. Disaat ada kesempatan buat jadi penulis naskah akunya malah mundur-mundur dan akhirnya digantiin sama yang lain. Nyesel ada sih(dikit gak banyak),karena aku yang gamau memulai untuk menciptakan sebuah karya. Padahal untuk salah atau benar nantinya itu dikoreksi lagi,jadi ketika kita udah selesai buat naskah gak langsung dijadikan visual tapi harus melalui beberapa tahap revisi naskah. Dan akhirnya kesempatan pun terlewat,dan aku jadi gak bisa kembangi bakat aku. Aku juga gak mau ini terus bersarang di diri aku,aku pengen jadi orang yang ingin terus belajar walaupun itu salah. "JANGAN TAKUT SALAH,KARENA LEBIH SALAH LAGI KALAU KITA GAK PERNAH MAU MENCOBA". Bener gak?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

dia,yang sedang menahan

                Saya tau dia,apa yang dirasakannya,apa yang membuatnya seperti ini Dia yang selalu diam Dia yang selalu merunduk karena kekesalannya Dia yang hanya termenung karena penyakitnya Bukan dia tak bisa bicara,bukan dia bisu,dan tak berdaya. Bukan,bukan semua itu. Dia yang hanya melihat dan menatap,kira-kira ada tidak yang perduli dengannya?padahal mereka mengetahuinya.  Dan sangat-sangat tau apa yang akan terjadi jika dibiarkan? Sama sekali tidak ada kepedulian disekitarnya. Sangat miris saya mendengarnya.  Saya bukan tipe orang yang pemarah,pendendam ketika melihat yang seperti itu,hanya saya pantau,saya lirik. kira-kira ada tidak simpati dari mereka. Ternyata tidak juga. Setidak pentingkah dia? Dia muda,masih ingin berkarya,masih ingin melanjutkan study nya,ingin terus menyampaikan dakwah-dakwahnya kepada disekitarnya. Apakah kalian tau yang dia rasakan?apa kalian mengerti apa yang dia masalahkan?apa kalian...

Cinta Tanpa Iman

Cinta yang hanya berdasarkan hawa nafsu Tanpa adanya ikatan halal Bersentuhan yang bukan mahram Berkata cinta dengan pasangan,seolah-olah tanpa adanya dosa Bergembiralah dia... Dengan hati yang bangga dia memiliki teman untuk diajaknya keneraka Tlah tercatatlah perbuatan yang keji itu... Dasarilah cinta dengan adanya iman Takkan pernah sengasara hidup Lakukan dengan pernikahan
Suatu hari,kita akan bertemu ditempat yang seharusnya.Disitu juga kamu akan menghalalkan apa yang kita sebut cinta Kamu yang saya kagumi karena agamamu,karena taatnya kepada sang pencipta.Diantara kita saling menunggu,saling memperbaiki diri,membersihkan hati,menguatkan iman Tak akan mungkin tertukar,karena Allah sudah mentakdirkan kita Saat ini kita memang berjauhan,tapi nanti kita pasti akan bersama Pasti Allah sudah menyiapkan pendamping hidupku yang baik dunia dan akhirat Aamiin