Setiap manusia mempunyai jalan hidupnya masing-masing yang sudah di tentukan oleh Allah SWT. Ada yang terlihat bahagia,ada yang terlihat susah dan ada yang terlihat bahagia namun bahagia yang terpaksa. Didunia ini,siapapun itu,tidak ada yang ingin hidup susah atau pun melarat. Tapi jika Allah sudah menentukan jalan hidupnya harus begitu mau bagaimana?tapi,sesusah apapun itu,kita masih bisa merubahnya lewat Doa. Walaupun takdir sudah tertulis bahwasannya kita harus begini,harus begitu.
Saya punya satu pembahasan,beberapa bulan yang lalu saya mendengar sebuah ceramah. Dan isinya itu menceritakan tentang seorang ibu di zaman nabi musa yang ditakdirkan tidak akan mempunyai anak. Karena Nabi Musa ini bisa bicara kelangit,jadi si ibu ini datang pada Musa untuk minta didoakan supaya punya anak. Gak lama setelah berdoa,si ibu langsung dapet jawaban dari Allah lewat Musa. Kata Allah ibu ini tidak akan punya anak. Setelah mendengar jawaban dari Allah,si ibu akhirnya pulang.
Sesampainya dirumah si ibu berdoa lagi Ya Rahman..Ya Rahman..dan terus memohon agar diberikan anak. Keesokan harinya si ibu datang lagi pada Musa,si ibu terus ber husnudzon pada Allah. Dan Musa pun meminta lagi pada Allah, "ya Allah ini ibu yang kemarin lagi mau minta anak". Namun jawaban Allah masih tetap sama,ibu tadi tidak akan punya anak,begitulah yang nabi musa sampaikan kepada si ibu,dan kemudian beliau pulang. Sesampai dirumah pun ia terus berdoa memohon kepada Allah,agar terubahlah takdirnya.
Besoknya pun si ibu datang lagi pada musa,dan musa pun meminta lagi kepada namun jawaban Allah masih sama. Dan si ibu pun kembali pulang. Sepulang itu pun si ibu tak henti-hentinya berdoa...
Beberapa bulan kemudian si ibu tidak pernah datang lagi pada Musa. Dan saat ini dia datang pada Musa mengucapkan," Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh" dan di jawablah oleh Musa," Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh". Musa terkejut melihat ibu itu membawa seorang bayi..
Dari kisah diatas bisa kita ambil pelajaran yang sangat berharga,bahwasannya takdir bisa dirubah lewat doa,doa dengan penuh kesungguhan,doa yang penuh pengharapan,dan doa yang penuh keikhlasan. Karena senjata seorang mukmin adalah doa dan bagi Allah tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Maka dari itu,kita sebagai seorang muslim yang masih muda,yang masih diberi kesehatan,dan fisik yang utuh. Teruslah berdoa,teruslah memohon padaNya atas segala cita-cita kita,dan tak lupa mendoakan kedua orang tua,mendoakan saudara seiman yang sedang kesulitan.
Rasulullah bersabda, “Do’a (kebaikan) seorang Muslim bagi saudaranya (sesama Muslim) di belakangnya (tanpa sepengetahuannya) adalah mustajab (dikabulkan oleh Allah), di atas kepalanya ada malaikat yang ditugaskan (dengan perintah Allah untuk urusan ini), setiap kali dia mendoakan kebaikan bagi saudaranya, maka malaikat yang ditugaskan itu berkata: “Aamiin (Ya Allah, kabulkanlah!) dan kamu juga akan mendapatkan kebaikan seperti itu”. (HR. Muslim)
Saya punya satu pembahasan,beberapa bulan yang lalu saya mendengar sebuah ceramah. Dan isinya itu menceritakan tentang seorang ibu di zaman nabi musa yang ditakdirkan tidak akan mempunyai anak. Karena Nabi Musa ini bisa bicara kelangit,jadi si ibu ini datang pada Musa untuk minta didoakan supaya punya anak. Gak lama setelah berdoa,si ibu langsung dapet jawaban dari Allah lewat Musa. Kata Allah ibu ini tidak akan punya anak. Setelah mendengar jawaban dari Allah,si ibu akhirnya pulang.
Sesampainya dirumah si ibu berdoa lagi Ya Rahman..Ya Rahman..dan terus memohon agar diberikan anak. Keesokan harinya si ibu datang lagi pada Musa,si ibu terus ber husnudzon pada Allah. Dan Musa pun meminta lagi pada Allah, "ya Allah ini ibu yang kemarin lagi mau minta anak". Namun jawaban Allah masih tetap sama,ibu tadi tidak akan punya anak,begitulah yang nabi musa sampaikan kepada si ibu,dan kemudian beliau pulang. Sesampai dirumah pun ia terus berdoa memohon kepada Allah,agar terubahlah takdirnya.
Besoknya pun si ibu datang lagi pada musa,dan musa pun meminta lagi kepada namun jawaban Allah masih sama. Dan si ibu pun kembali pulang. Sepulang itu pun si ibu tak henti-hentinya berdoa...
Beberapa bulan kemudian si ibu tidak pernah datang lagi pada Musa. Dan saat ini dia datang pada Musa mengucapkan," Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh" dan di jawablah oleh Musa," Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh". Musa terkejut melihat ibu itu membawa seorang bayi..
Dari kisah diatas bisa kita ambil pelajaran yang sangat berharga,bahwasannya takdir bisa dirubah lewat doa,doa dengan penuh kesungguhan,doa yang penuh pengharapan,dan doa yang penuh keikhlasan. Karena senjata seorang mukmin adalah doa dan bagi Allah tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Maka dari itu,kita sebagai seorang muslim yang masih muda,yang masih diberi kesehatan,dan fisik yang utuh. Teruslah berdoa,teruslah memohon padaNya atas segala cita-cita kita,dan tak lupa mendoakan kedua orang tua,mendoakan saudara seiman yang sedang kesulitan.
Rasulullah bersabda, “Do’a (kebaikan) seorang Muslim bagi saudaranya (sesama Muslim) di belakangnya (tanpa sepengetahuannya) adalah mustajab (dikabulkan oleh Allah), di atas kepalanya ada malaikat yang ditugaskan (dengan perintah Allah untuk urusan ini), setiap kali dia mendoakan kebaikan bagi saudaranya, maka malaikat yang ditugaskan itu berkata: “Aamiin (Ya Allah, kabulkanlah!) dan kamu juga akan mendapatkan kebaikan seperti itu”. (HR. Muslim)
Komentar
Posting Komentar