Langsung ke konten utama

About Me

Saya yang tak pernah lepas dari rasa khawatir akan diri saya sendiri. Mungkin juga bukan hanya saya tapi juga orang tua yang juga khawatir akan diri ini. Entah itu datang dari lahir atau tidak alhasil saya sebagai penderita skoliosis. Yang jarang sekali masyarakat awam mengetahui ini,dan juga memang jarang sekali ada yang mengalami ini,kalau pun ada hanya 1:100 dari banyaknya masyarakat. 

3 tahun berlalu,saya mengetahui kalau saya penderita skoliosis tingkat medium. Dengan 39 derajat yang ada pada saya,di 3 tahun lalu. Berjalan 1 tahun saya full menjalani pengobatan dengan cara terapi di RSU Murni Teguh. Alhamdulillah,berkat usaha dan doa saya pada waktu itu,curve skoliosis saya berkurang menjadi 34,5 derajat. Itulah adalah kebahagiaan yang hakiki pada masanya. Selang beberapa bulan,saya tak pernah lagi mendatangi RSU itu karena mengurus kuliah saya di Yogyakarta. Tapi diluar itu,saya mendengar kabar-kabar dari saudara,kalau ada pengobatan alternatif dengan cara dipijat. Pergilah saya kesana ingin melihat,bagaimana cara pengobatannya. Beberapa bulan saya mengikuti saran dari saudara. Tidak lama pun saya disitu,bulan September 2016 saya berangkat ke Yogyakarta untuk menjalankan studi saya di Akademi Komunikasi Radya Binatama.

Selama saya di Yogya,saya masih mencari-cari pengobatan untuk skoliosis. Sulit,karena yang ada hanya RSU. Berat hati saya pergi kesana karena saya tau biaya yang akan dikeluarkan. Terkurung lagi niat saya untuk mengobati skoliosis ini. Sudah berjalan 3 tahun lebih saya mengabaikan skoliosis,tidak bisa saya pastikan kalau curve nya yang semakin berkurang atau semakin berkurang. 

Ditahun ini,tahun 2018. Saya sangat merasakan pilunya penyakit yang saya derita. Karena setelah sekian lamanya saya membiarkan ia terus membesar. Banyak support-support yang datang dari teman-teman saya,supaya membuat saya semakin kuat menjalani ini. 

Sedikit cerita..
Beberapa waktu lalu,saya mendapat broadcast dari beberapa teman. Mahasiswi Universitas Sumatera Utara,saya tidak tau persis namanya siapa. Perempuan itu mengalami skoliosis sama seperti saya. Mungkin selama dia mengetahui itu atau pun mungkin dia tidak mengetahui adanya itu didalam dirinya,tidak pernah diobati atau meminimalkan curve nya. Alhasil,perempuan itu harus dioperasi karena derajat yang sudah melebihi batas. Mungkin dengan keterbatasan di keluarganya dan biaya operasi yang besar,teman-teman Mahasiswa USU mengadakan donasi untuk perempuan itu. Saya sangat mengerti apa yang dia rasakan selama ini,karena saya juga merasakannya. Saya hanya takut,kalau saya tidak segera diobati,mungkin nasib saya akan berujung seperti perempuan itu.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

dia,yang sedang menahan

                Saya tau dia,apa yang dirasakannya,apa yang membuatnya seperti ini Dia yang selalu diam Dia yang selalu merunduk karena kekesalannya Dia yang hanya termenung karena penyakitnya Bukan dia tak bisa bicara,bukan dia bisu,dan tak berdaya. Bukan,bukan semua itu. Dia yang hanya melihat dan menatap,kira-kira ada tidak yang perduli dengannya?padahal mereka mengetahuinya.  Dan sangat-sangat tau apa yang akan terjadi jika dibiarkan? Sama sekali tidak ada kepedulian disekitarnya. Sangat miris saya mendengarnya.  Saya bukan tipe orang yang pemarah,pendendam ketika melihat yang seperti itu,hanya saya pantau,saya lirik. kira-kira ada tidak simpati dari mereka. Ternyata tidak juga. Setidak pentingkah dia? Dia muda,masih ingin berkarya,masih ingin melanjutkan study nya,ingin terus menyampaikan dakwah-dakwahnya kepada disekitarnya. Apakah kalian tau yang dia rasakan?apa kalian mengerti apa yang dia masalahkan?apa kalian...

Cinta Tanpa Iman

Cinta yang hanya berdasarkan hawa nafsu Tanpa adanya ikatan halal Bersentuhan yang bukan mahram Berkata cinta dengan pasangan,seolah-olah tanpa adanya dosa Bergembiralah dia... Dengan hati yang bangga dia memiliki teman untuk diajaknya keneraka Tlah tercatatlah perbuatan yang keji itu... Dasarilah cinta dengan adanya iman Takkan pernah sengasara hidup Lakukan dengan pernikahan
Suatu hari,kita akan bertemu ditempat yang seharusnya.Disitu juga kamu akan menghalalkan apa yang kita sebut cinta Kamu yang saya kagumi karena agamamu,karena taatnya kepada sang pencipta.Diantara kita saling menunggu,saling memperbaiki diri,membersihkan hati,menguatkan iman Tak akan mungkin tertukar,karena Allah sudah mentakdirkan kita Saat ini kita memang berjauhan,tapi nanti kita pasti akan bersama Pasti Allah sudah menyiapkan pendamping hidupku yang baik dunia dan akhirat Aamiin